ZAKIA MUTIRNA, 4012019040 (2024) ANALISIS REFINANCING ASSET PADA PEMBIAYAAN KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISAH DI BANK ACEH SYARIAH KCP PEUREULAK. Skripsi thesis, IAIN Langsa.
|
Text
Skripsi Zakia Mutirna (4012019040) FEBI PBS.pdf Download (1MB) |
Abstract
Refinancing asset ialah pembiayaan yang disediakan oleh bank syariah kepada nasabah melalui pembiayaan baru untuk pelunasan pembiayaan sebelumnya. Akad yang digunakan pada refinancing asset ialah akad musyarakah mutanaqisah. Dengan akad musyarakah mutanaqisah, porsi kepemilikan aset atas bank berkurang secara bertahap sedangkan porsi kepemilikan nasabah bertambah akibat pengambilalihan aset oleh nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik refinancing asset pada Pembiayaan kepemilikan rumah dengan akad musyarakah mutanaqisah di Bank Aceh Syariah KCP Peureulak dan kesesuaian dengan fatwa yang berlaku. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Nasabah yang sebelumnya melakukan pembiayaan kepemilikan rumah di Bank Aceh Syariah Cabang Idi kemudian mengajukan pembiayaan refinancing asset di Bank Aceh Syariah KCP Peureulak tidak diperkenankan pernah mengalami tunggakan angsuran. (2) Akad yang digunakan pada refinancing asset ialah akad musyarakah mutanaqisah dengan nama produk MMQ konsumer atau multiguna. Dalam proses pengajuan refinancing asset, nasabah melengkapi syarat-syarat dan Bank Aceh Syariah KCP Peureulak akan melakukan analisa terhadap kelayakan nasabah. (3) Praktik refinancing asset dengan akad musyarakah mutanaqisah di Bank Aceh Syariah KCP Peureulak telah sesuai dengan Fatwa DSN MUI No:73/DSN-MUI/XI/2008 tentang Musyarakah Mutanaqisah dan Fatwa DSN-MUI No: 89/DSN-MUI/XII/2013 tentang Pembiayaan Ulang (Refinancing) syariah. Pada Fatwa DSN MUI No:73/DSN MUI/XI/2008, tenor dan plafon pinjaman, tata cara pembayaran penyerahan agunan, peristiwa cedera janji, akibat cedera janji, pembatasan terhadap tindakan nasabah, asuransi, force majeure, pengawasan dan pemeriksaan, hukum yang berlaku, pelanggaran, penyelesaian pembiayaan bermasalah, persyaratan khusus, dan surat-menyurat, tidak dijelaskan dalam fatwa. Sedangkan pada Fatwa DSN MUI No: 89/DSN-MUI/XII/2013, nama produk dan syarat tidak dijelaskan. Hal ini tidak menjadi masalah karena fatwa merupakan ketentuan dasar, sedangkan ketentuan diatas merupakan ketentuan dari internal bank dengan tetap berpedoman pada fatwa dan perundang-undangan yang berlaku. (4) Refinancing asset pada dasarnya memberikan manfaat bagi nasabah yang menggunakan pembiayaan itu sendiri. Diantaranya: pembayaran angsuran atau cicilan yang lebih rendah dengan waktu yang lebih lama dari yang ketentuan sebelumnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I : Fakhrizal Bin Mustafa, MA Pembimbing II: Dr. Indis Ferizal, M.H.I |
| Uncontrolled Keywords: | Refinancing Asset, Pembiayaan Kepemilikan Rumah, Musyarakah Mutanaqisah |
| Subjects: | Muamalat > Perbankan Syariah Muamalat > Syarikah (Kerja Sama) |
| Divisions: | Fak. Ekonomi & Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | Noffrizal Zaim |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 04:33 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 04:33 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
