LARANGAN PERNIKAHAN SESAMA WARGA KAMPUNG SENEREN GAYO LUES PERSPEKTIF FIQH MUNAKAHAT

DEWI MARLINA, 2022020001 (2024) LARANGAN PERNIKAHAN SESAMA WARGA KAMPUNG SENEREN GAYO LUES PERSPEKTIF FIQH MUNAKAHAT. Skripsi thesis, IAIN Langsa.

[img] Text
SKRIPSI-1-1.pdf

Download (1MB)

Abstract

Masyarakat Gayo Lues khususnya di Kampung Seneren, sistem persaudaraannnya di anggap hal yang paling penting yang harus dijaga.Terlihat masih ditegakkannya larangan menikah sesama warga dan masih berlangsung hingga saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa yang melatarbelakangi munculnya kesepakatan bersama tentang larangan menikah sesama warga, bagaimana sanksi terhadap pernikahan sesama warga Kampung Seneren, dan bagaimana perspektif fiqh munakahat terhadap larangan pernikahan sesama warga Kampung Seneren. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui latarbelakang adanya larangan pernikahan sesama warga, untuk mendeskripsikan sanksi hukum terhadap pernikahan sesama warga kampung seneren dan untuk mendeskripsikan tinjauan fiqh munakahat terhadap larangan pernikahan sesama warga Kampung Seneren. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan, dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari penelian ini adapun yang melatar belakangi munculnya kesepakatan bersama yaitu adat ini sudah ada dari tahun 1984 dan masyarakat kampung seneren banyak yang melanggar adat ini sehingga pada tahun 2022 masyarakat setempat membuat kesepakatan bersama untuk menulis adat tersebut supaya adat ini benar adanya dalam kehidupan masyarakat dan masyarakat tidak semena-mena terhadap adat ini. Sanksi bagi pelaku yang melanggar adat akan dikenakan denda, pihak laki-laki wajib memberikan satu ekor kambing/biri-biri, pihak perempuan wajib memberikan satu kaleng beras, hal ini berguna untuk menjamu masyarakat kampung seneren. Maharnya pun telah ditetapkan dalam adat yaitu pihak laki-laki wajib memberikan satu ekor kerbau ukuran pertengahan, pihak laki-laki harus memberikan emas dua mayam, ini harus dibayar secara kontan. Larangan pernikahan sesama warga tidak sesuai dengan fiqh munakahat, karena di dalam fiqh munakahat tidak mengenal adanya larangan terkait pernikahan sesama warga, fiqh munakahat hanya melarang keras pernikahan sedarah, sepersusuan dan yang berbeda agama dengannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Adelina Nasution, M.A Pembimbing II: Syarifah Mudrika, M.Th
Uncontrolled Keywords: Larangan Pernikahan Sesama Warga, Perspektif Fiqh Munakahat
Subjects: Hukum Islam > Sosial Islam
Divisions: Fak. Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam)
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 27 Aug 2026 03:56
Last Modified: 27 Aug 2026 03:56
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5139

Actions (login required)

View Item View Item