TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP AKAD KERJA SAMA ANTARA PEMILIK PERAHU MESIN DAN NELAYAN DI KAMPUNG RAJA TUHA KABUPATEN ACEH TAMIANG

FARADILLA APRINA, 2012018060 (2022) TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP AKAD KERJA SAMA ANTARA PEMILIK PERAHU MESIN DAN NELAYAN DI KAMPUNG RAJA TUHA KABUPATEN ACEH TAMIANG. Skripsi thesis, IAIN Langsa.

[img] Text
SKRIPSI FARADILLA APRINA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi terkait dengan praktik kerja sama yang dilakukan oleh pemilik usaha perahu mesin dan nelayan di Kampung Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed, kerjasama antara nelayan dan pemilik perahu mesin ini bukanlah dalam bentuk nominal uang melainkan berbentuk barang yang sudah disediakan lalu nelayan memberikan tenaga dan kemampuan untuk mendapatkan hasil. Pokok permasalahan dalam skripsi ini ialah (1) praktek kerja sama antara pemilik perahu mesin dan nelayan di Kampung Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang (2) tinjauan fiqh muamalah terhadap akad kerja sama antara pemilik perahu mesin dan nelayan di Kampung Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian kualitatif, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek kerja sama antara pemilik perahu mesin dan nelayan di Kampung Raja Tuha Kecamatan Manyak Payed, menggunakan bentuk akad perjanjian secara lisan, sedangkan bagi hasil keuntungan ditetapkan oleh pemilik perahu mesin terhadap hasil melaut ialah 50:50 anggota dalamsatu kapal terdapat 5-6 orang, bagian mereka sebesar 50% akan dibagi sejumlah nelayan yang bekerja pada kapal tersebut.Tinjauan fiqh muamalah terhadap akad kerja sama antara pemilik perahu mesin dan nelayan menggunakan akad mudharabah dengan jenis mudharabah muqayyadah pada prinsipnya kerja sama ini diperkenankan dalam Islam. Kerjasama yang dipraktekkan sudah sesuai syariat hukum Islam, namun dalam praktik kerjasama antara pemilik perahu mesin dan nelayan didalamnya masih terdapat beberapa syarat akad mudharabah muqayyadah yang tidak sesuai dengan fiqh muamalah, diantaranya yaitu perjanjian yang dilakukan tidak secara tertulis melainkan hanya sekedar diucapkan secara lisan, boleh dilakukan secara lisan asalkan dinyatakan secara jelas dalam akad, dan tidak adanya prinsip keadilan dan keseimbangan pada sistem bagi hasil nelayan seperti apabila mengalami kerugian, hanya ditanggung oleh nelayan yang kemudian akan menjadi hutang untuk dilunasi ketika memperoleh keuntungan pada saat melaut berikutnya, kerugian yang di tanggung oleh pemilik perahu seperti mesin, jaring, dan sebagian yang termasuk alat untuk malaut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Sitti Suryani, Lc, M.A Pembimbing II: Muhazir, S.H.I., M.H.I
Uncontrolled Keywords: Fiqh Muamalah, akad kerja sama pemilik perahu mesin dan nelayan
Subjects: Muamalat > Syarikah (Kerja Sama)
Divisions: Fak. Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 06 Aug 2026 02:38
Last Modified: 06 Aug 2026 02:38
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4988

Actions (login required)

View Item View Item