PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM PEMILIHAN PASANGAN IDEAL (STUDI KASUS DI KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG)

ZAHRATUL ‘AINI, 5022024015 (2026) PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM PEMILIHAN PASANGAN IDEAL (STUDI KASUS DI KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG). Masters thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.

[img] Text
TESIS ZAHRATUL 'AINI_5022024015_(HKI).pdf

Download (1MB)

Abstract

Kemajuan teknologi komunikasi telah membawa perubahan signifikan terhadap cara individu menjalin hubungan, termasuk dalam menentukan preferensi serta kriteria dalam memilih pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial mempengaruhi proses pemilihan pasangan ideal pada masyarakat di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana konsep pemilihan kriteria pasangan ideal menurut hukum keluarga islam, (2) bagaimana pengaruh media sosial terhadap persepsi masyarakat dalam menentukan pasangan ideal, dan (3) bagaimana analisis pengaruh media sosial dalam pemilihan pasangan ideal ditinjau dari perspektif maqashid syari’ah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori maqashid syari’ah, untuk mengkaji kesesuian standar pasangan ideal yang berkembang dengan nilai-nilai hukum keluarga islam dan teori maslahah mursalah, untuk mengkaji apakah penggunaan media sosial dalam memilih pasangan mendatangkan kemaslahatan atau justru mafsadat. Penelitian ini menggunakan metode jenis pendekatan empiris (sosiologi), melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Karena untuk mendeskripsikan data berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memberikan pengaruh kuat dalam membentuk persepsi mengenai pasangan ideal, terutama melalui paparan konten visual, interaksi dalam ruang digital, serta konstruksi identitas diri yang ditampilkan pada berbagai platform. Pengaruh tersebut tampak melalui beberapa temuan. Pertama, paparan konten tren-tren di media sosial, seperti vlog, foto dan narasi kehidupan sehari-hari, dimana menciptakan standar estetika dan gaya hidup tertentu, sehingga sering dijadikan acuan dalam menilai calon pasangan. Kedua, interaksi digital. Jadi melalui komentar, pesan pribadi, dan saling mengikuti (following) itu dapat membentuk pola komunikasi baru dan bisa mempengaruhi cara seseorang untuk menilai karakter serta kepribadian calon pasangan. Ketiga, konstruksi identitas digital. Yaitu yang sering kali berbeda dari identitas asli individu, hal ini menyebabkan sebagian masyarakat untuk lebih selektif serta berhati-hati dalam proses pencarian pasangan. Jadi, media sosial bukan hanya bisa memperluas jaringan pertemanan saja, tetapi bisa juga menimbulkan tantangan seperti misrepresentasi identitas, ekspetasi yang berlebihan, serta meningkatnya perbandingan sosial atau sebagai ruang baru yang membentuk standar idealisasi pasangan. Meskipun demikian, nilai agama, budaya dan norma sosial masyarakat di Kecamatan Manyak Payed tetap menjadi faktor utama yang mengatur sekaligus membatasi pemanfaatan media sosial dalam konteks pencarian pasangan. Analisis terhadap hukum keluarga islam menunjukkan bahwa, standar pasangan ideal yang beredar di media sosial hanya diterima asalkan tidak bertentangan i dengan maqashid syari’ah, terutama dalam menjaga kehormatan, kemaslahatan keluarga, dan stabilitas hubungan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing I : Prof. Dr. Zulkarnaini, MA Pembimbing II: Dr. Azwir, MA.
Uncontrolled Keywords: Media Sosial, Pemilihan Pasangan Ideal, Persepsi Pasangan.
Subjects: Hukum Keluarga Islam
Divisions: Pasca. Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 29 Jun 2026 02:32
Last Modified: 29 Jun 2026 02:32
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4741

Actions (login required)

View Item View Item