UMI MAGHFIRAH, 5022024030 (2026) Dampak PengabaianTanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Pasca Perceraian Perspektif Hukum Keluarga Islam Di Kampung Alur Selebu Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Masters thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.
|
Text
TESIS UMI MAGHFIRAH_5022024030_HKI.pdf Download (2MB) |
Abstract
Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan hukum antara suami dan istri, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan lanjutan, terutama terkait pemenuhan hak anak. Salah satu persoalan yang sering terjadi pasca perceraian adalah pengabaian tanggung jawab ayah terhadap anak, baik dalam bentuk nafkah materiil maupun non-materiil. Kondisi ini berdampak langsung pada kesejahteraan, perkembangan psikologis, pendidikan, dan kehidupan sosialanak, serta berpotensi menimbulkan masalah sosial yang lebih luas. Fenomena pengabaian tanggung jawab ayah pasca perceraian juga terjadi di Kampung Alur Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Perceraian yang terjadi di wilayah tersebut kerap diikuti oleh lemahnya pemenuhan kewajiban ayah terhadap anak. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama, yaitu: (1) bagaimana bentuk pengabaian tanggung jawab ayah terhadap anak pasca perceraian di Kampung Alur Selebu, dan (2) bagaimana dampak pengabaian tersebut terhadap kehidupan anak ditinjau dari perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pengabaian tanggung jawab ayah pasca perceraian serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan anak dari aspek ekonomi, psikologis, pendidikan, dan sosial, dengan tinjauan hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap anak korban perceraian, ibu sebagai pengasuh utama, aparatur kampung, serta tokoh masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat normatif-empiris dengan analisis data deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian tanggung jawab ayah pasca perceraian di Kampung Alur Selebu meliputi pengabaian nafkah materiil, nafkah non-materiil, dan pengabaian psikologis. Dampaknya meliputi keterbatasan ekonomi, gangguan emosional, penurunan motivasi dan prestasi belajar, serta kesulitan dalam interaksi sosial anak. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, pengabaian tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan dan amanah, karena kewajiban ayah terhadap anak tetap melekat meskipun perkawinan telah berakhir.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I : Dr. Syafieh. M.Fil.I Pembimbing II: Dr.Indis Ferizal S.H.I. M.H.I. |
| Uncontrolled Keywords: | perceraian, pengabaian tanggung jawab ayah, hak anak, hukum keluarga Islam. |
| Subjects: | Hukum Keluarga Islam > Masalah Rumah Tangga |
| Divisions: | Pasca. Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 04:40 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 04:40 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4723 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
