Siti Maghfirah, 2042021009 (2026) TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI LANGSA NOMOR 134/PID.B/2024/PN LGS TENTANG TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN OLEH RESIDIVIS. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.
|
Text
SKRIPSI SITI MAGVIRA (HPI).pdf Download (1MB) |
Abstract
Tingginya kasus residivisme dalam tindak pidana penganiayaan menunjukkan bahwa tujuan pemidanaan, yaitu efek jera dan rehabilitasi, belum tercapai secara optimal. Hal ini semakin kompleks dalam sistem hukum majemuk Indonesia yang membandingkan hukum positif dan hukum pidana Islam, sebagaimana terlihat dalam Putusan PN Langsa Nomor 134/Pid.B/2024/PN Lgs, di mana pelaku kembali melakukan tindak pidana setelah pernah dihukum sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menganalisis pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara tindak pidana penganiayaan oleh residivis di pengadilan negeri langsa 2). Menganalisis Tinjauan Hukum Pidana Islam terhadap putusan kasus penganiayaan oleh residivis di Pengadilan Negeri langsa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Filed Reaserch) dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor 134/Pid.B/2024/PN Lgs, majelis hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan oleh residivis mempertimbangkan aspek yuridis dan non-yuridis. Secara yuridis, hakim menilai terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana penganiayaan berdasarkan alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan visum et repertum yang menunjukkan adanya kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka fisik. Secara non-yuridis, hakim mempertimbangkan latar belakang terdakwa, dampak perbuatan terhadap korban, serta riwayat terdakwa yang pernah dijatuhi hukuman sebelumnya sebagai faktor pemberat, meskipun tidak secara eksplisit disebut sebagai residivis dalam amar putusan. Dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan tersebut dikategorikan sebagai jarimah al-jarh (penganiayaan) yang tidak sampai pada tingkat qisas, sehingga lebih tepat dikenakan hukuman ta‟zir. Pidana penjara dan denda yang dijatuhkan hakim dipandang selaras dengan konsep ta‟zir dalam hukum pidana Islam yang bertujuan memberikan efek jera, perlindungan korban dan kemaslahatan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I : Dr. Muhazir, S.H.I., M.H.I Pembimbing II: Rosmiati, S.Pd.I., MA |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Pidana Islam, Penganiayaan Residivis, Putusan Pengadilan |
| Subjects: | Hukum Pidana Islam (Jinayat) > Aspek Hukum Pidana Islam Lainnya |
| Divisions: | Fak. Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 04:13 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 04:13 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4671 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
