Dodi Hardimas, 5022023025 (2024) PEMENUHAN NAFKAH BATHIN ISTRI OLEH SUAMI YANG BERADA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN MENURUT HUKUM ISLAM STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIB LANGSA. Masters thesis, IAIN Langsa.
|
Text
DODI HARDIMAS (1).pdf Download (3MB) |
Abstract
Pemenuhan nafkah bathin bagi istri yang suaminya berada di lembaga pemasyarakatan merupakan isu yang kompleks dan penting dalam konteks hukum Islam. Seorang suami berkewajiban menafkahi keluarganya lahir dan bathin, namun terhalang oleh tembok jeruji besi. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis merumuskan tiga permasalahan: 1. Bagaimana bentuk pemenuhan nafkah batin yang dapat dilakukan oleh suami yang berada di lembaga pemasyarakatan kepada istri? 2. Apakah ada batasan atau kendala dalam pemenuhan nafkah batin yang harus diperhatikan oleh suami yang berada di lembaga pemasyarakatan? 3. Bagaimana peran dan tanggung jawab pihak lembaga pemasyarakatan dalam memfasilitasi pemenuhan nafkah batin antara suami dan istri yang terpisah akibat keberadaan suami di dalamnya? Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian lapangan bentuk empiris normatif. Menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif/sosiologis. Pengumpulan data berasal dari 10 orang narapidana beserta istrinya. Sumber data sekunder berasal dari petugas dan arsip dokumentasi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemenuhan nafkah keluarga lahir dan bathin oleh narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Langsa terbagi atas tiga kategori. Pertama terpenuhi, 3 orang narapidana mempunyai harta simpanan dan usaha yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga. Kedua kurang terpenuhi, 5 orang narapidana masih berupaya untuk menafkahi keluarga dengan mengikuti program pembinaan kemandirian namun hasilnya belum maksimal sehingga istri harus bekerja menafkahi keluarga. Ketiga tidak terpenuhi, 2 orang narapidana tidak mempunyai harta untuk dimanfaatkan oleh keluarga dan tidak ada upaya untuk menafkahi lahir dan batin. Demikian halnya dengan pemenuhan nafkah batin yang dapat dipenuhi berupa ketenangan psikis keluarga terwujudkan dengan kunjungan rutin keluarga. Respon keluarga terbagi atas dua kategori. Pertama rela, kerelaan keluarga termanifestasikan dengan kunjungan rutin ke Lembaga Pemasyarakatan, istri turut membantu perekonomian keluarga dengan bekerja dan berjualan. Kedua tidak rela, ketidakrelaan dari keluarga dibuktikan dengan keengganan untuk mengunjungi narapidana bahkan istri menuntut cerai kepada suaminya yang berstatus narapidana. Implementasi pemenuhan nafkah keluarga oleh narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Langsa telah sesuai dengan hukum Islam, sebagian besar narapidana tetap berupaya menafkahi keluarganya. Narapidana yang tidak berupaya memenuhi nafkah keluarganya maka istri lebih memilih untuk bercerai, dan seyogyanya hukum Islam memberikan jalan untuk bercerai disebabkan suami menjalani hukuman penjara.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I : Dr. Muhammad Nasir, S.Ag, MA Pembimbing II: Dr. Azwir, SH.I, M.HI |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam, nafkah keluarga, implementasi pemenuhan nafkah keluarga Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Langsa. |
| Subjects: | Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Pasca. Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 08:42 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 08:42 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4658 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
