PEMBIAYAAN MODAL USAHA MELALUI AKAD QARDHUL HASAN PADA BAITUL MAL KABUPATEN ACEH TAMIANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

KAHAR MUZAKIR, 511000769 (2015) PEMBIAYAAN MODAL USAHA MELALUI AKAD QARDHUL HASAN PADA BAITUL MAL KABUPATEN ACEH TAMIANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, IAIN ZAWIYAH COTKALA LANGSA.

[img]
Preview
Text
READY.pdf

Download (663Kb) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Pembiayaan Modal Usaha Melalui Akad Qardhul Hasan Pada Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang Dalam Perspektif Hukum Islam”. Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang dalam memberikan pembiayaan “Qardhul Hasan” yaitu adanya pemberlakuan imbalan atas tanda jasa pinjaman yang telah diberikan BMT kepada peminjam (muqtarid). Bagaimana mekanisme pembiayaan modal usaha aqad Qardhul Hasan di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang ? Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap pembiayaan modal usaha aqad Qardhul Hasan di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang? Data penelitian dihimpun melalui wawancara dan dokumentasi tentang sumber dana produk “Qardhul Hasan” di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang dan selanjutnya dianalisis dengan teknis deskriptif-analitis dengan metode deduktif yakni menggambarkan atau menjelaskan Qardhul Hasan dari segi perspektif hukum Islam yang selanjutnya diaplikasikan secara khusus dalam pembiayaan Qardhul Hasan yang ada di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil penelitian menyimpukan bahwa sumber dana yang digunakan pada produk pembiayaan “Qardhul Hasan” di Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang berasal dari tabungan anggota dan dana sosial yang di pusat dengan beberapa ketentuan. Dalam teori hukum Islam ataupun perbankan syari‟ah sumber dana yang dipakai dalam pembiayaan al-Qard al-Hasan berasal dari dana sosial murni yakni dana infaq, zakat, dan shadaqah. Al-Qard al-Hasan pada perbankan syariah merupakan salah satu instrument dari akad tabarru‟adalah segala macam perjanjian yang menyangkut not-for profit transaction (transaksi nir-laba). Sehingga pada intinya memang al-Qard al-Hasan tidak ditujukan untuk mencari keuntungan komersil bagi perbankan atau lembaga yang menggunakan produk ini. Oleh karena itu sebisa mungkin Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun dari peminjam kecuali atas kehendak peminjam sendiri apabila ingin memberikan imbalan kepada Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang. Dari kesimpulan di atas disarankan bagi Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang tidak berhenti untuk selalu berinovasi, meningkatkan kualitas dan SDM agar Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang terus berkembang dan tidak bertentangan dengan syariat islam. Sehingga menjadi lembaga keuangan yang barokah dan bermanfaat bagi pegawai, anggota dan juga menjadi media syiar agama Islam melalui dunia muamalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I: MUHAMMAD NASIR, MA Pembimbing II: SYAWALUDIN ISMAIL, Lc, MA
Uncontrolled Keywords: QARDHUL HASAN, BAITUL MAL
Subjects: Muamalat > Aspek Muamalat Lainnya
Divisions: Fak. Syariah > Muamalah
Depositing User: mrs Editor Pustaka
Date Deposited: 18 Nov 2016 03:25
Last Modified: 18 Nov 2016 03:25
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/587

Actions (login required)

View Item View Item