Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggenapan Pembayaran Kue Oleh Pihak Warung (Studi Kasus Matang Sulimeng)

Muhammad Agiel, 2012017042 (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggenapan Pembayaran Kue Oleh Pihak Warung (Studi Kasus Matang Sulimeng). Skripsi thesis, IAIN Langsa.

[img] Text
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggenapan Pembayaran Kue Oleh Pihak Warung.pdf

Download (457kB)

Abstract

Penggenapan pembayaran kue yang dilakukan oleh pemilik warung kepada penitip kue sering menimbulkan ketegangan dan konflik. Praktik penggenapan pembayaran yang tidak transparan dan tidak adil bertentangan dengan prinsip prinsip keadilan dan kejujuran yang diajarkan dalam Islam. Ketidakjelasan dalam pembayaran dan kurangnya stok uang koin untuk pengembalian memperburuk situasi ini, menyebabkan ketidaknyamanan dan tekanan psikologis bagi penitip kue. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi praktik penggenapan pembayaran kue tersebut dengan pendekatan hukum Islam, guna memastikan transaksi memenuhi prinsip adil, jujur, dan transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik penggenapan pembayaran kue oleh pihak warung di Matang Sulimeng dari perspektif hukum Islam, yang mencakup prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kesetaraan. Di Gampong Matang Seulimeng, praktik penggenapan pembayaran oleh pemilik warung sering kali dilakukan tanpa persetujuan atau pemberitahuan kepada penitip kue, yang mengakibatkan ketidakpuasan dan kerugian bagi para penitip. Meskipun nominal yang dibulatkan tampak kecil, akumulasi dari penggenapan ini dapat menyebabkan kerugian signifikan dari segi ekonomi. Selain itu, praktik ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan antara penitip kue dan pemilik warung, mengganggu hubungan bisnis, serta mempengaruhi reputasi pemilik warung di mata masyarakat. Dalam perspektif hukum Islam, penggenapan pembayaran tanpa persetujuan dianggap melanggar prinsip keadilan dan kejujuran dalam transaksi. Al-Qur'an dan hadis menegaskan pentingnya berlaku adil dan jujur dalam jual beli. Penggenapan pembayaran tanpa persetujuan penitip kue dapat dikategorikan sebagai bentuk ketidakadilan, mengurangi hak yang seharusnya diterima oleh penitip kue, dan merusak prinsip kerelaan dalam muamalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Anizar, M.A Pembimbing II: Muhammad Firdaus, Lc,. M.Sh
Uncontrolled Keywords: Jual Beli, Hukum Islam, Bisnis, Keadilan
Subjects: Muamalat > Jual Beli
Divisions: Fak. Ekonomi & Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Noffrizal Zaim
Date Deposited: 06 Oct 2026 07:51
Last Modified: 06 Oct 2026 07:51
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5300

Actions (login required)

View Item View Item