RAIHAN SYIFA DINA, 3032020008 (2024) KISAH MARYAM DALAM AL-QUR’AN (Pendekatan Intertekstual Julia Kristeva). Skripsi thesis, IAIN Langsa.
|
Text
Skripsi Raihan Syifa Dina_compressed.pdf Download (481kB) |
Abstract
Kisah Maryam menjadi salah satu kisah yang menarik untuk dikaji dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, ketika kisah tersebut dikaji menggunakan teori intertekstual Julia Kristeva. Kristeva berpendapat bahwa setiap teks tidak mungkin berdiri sendiri tanpa adanya kaitan dengan teks yang lebih dulu hadir. Begitu pula kisah Maryam, yang tidak hanya terdapat di dalam Al-Qur’an tetapi juga ada di dalam Alkitab. Maka penelitian ini menggunakan teori intertekstual Julia Kristeva guna menemukan titik temu terhadap kisah Maryam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Alkitab. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan menguraikan hubungan antar teks yang terdapat pada kisah Maryam dalam Al-Qur’an dan Alkitab. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analisis dan pendekatan intertekstual. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual yang di cetuskan oleh Julia Kristeva. Penulis melacak dan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan kisah Maryam. Selanjutnya, ditelaah menggunakan teori intertekstual dengan menghadirkan pasal-pasal Alkitab yang juga menarasikan kisah Maryam, untuk melihat struktur bahasa dan sisi historis dari kisah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, Al-Qur’an menarasikan sosok Maryam secara indah, dimulai dari kelahirannya sampai dengan Maryam melahirkan ‘Īsa a.s. Maryam merupakan putri tunggal dari keluarga ‘Imrān. Karena ketaatan Maryam dalam menghambakan diri kepada Allah swt. Allah memilih Maryam dengan memberikannya keutamaan berupa kesucian dan pengangkatan derajat Maryam di atas seluruh perempuan pada masanya. Keutamaan tersebut sebagai pembeda, sebab Maryam akan menjadi perantara Allah swt. dalam menunjukkan kekuasaan-Nya berupa kehamilan yang murni terjadi atas kehendak Allah tanpa campur tangan manusia. Adapun anak yang lahir dari rahim Maryam bernama ‘Īsa a.s. yang kelak menjadi nabi utusan Allah swt. dan memiliki kedudukan mulia disisi Allah. Kedua, Kisah Maryam melalui penerapan intertekstual Julia Kristeva, menunjukkan adanya keterhubungan struktur teks antara Al-Qur’an dan Alkitab pada beberapa fragmen melalui perapan kaidah intertekstual berupa prinsip transformasi, modifikasi, ekspansi, haplology, parallel, konversi, eksistensi, dan defamilirasi. Ditinjau dari sisi historis, penyampaian kisah Maryam dalam Al-Qur’an memiliki implikasi terhadap dakwah nabi Muhammad saw. sebagai pelipur lara agar nabi Muhammad tidak berputus asa dalam berdakwah dan senantiasa yakin akan pertolongan Allah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I :Wali Ramadhani, MA Pembimbing II:Dr. Mawardi, M. SI |
| Uncontrolled Keywords: | Maryam, Intertekstual, Julia Kristeva |
| Subjects: | Hukum Islam > Alquran dan Hadis > Tafsir Alquran |
| Divisions: | Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Ilmu Al-Qur'an & Tafsir |
| Depositing User: | Noffrizal Zaim |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:00 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:00 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5270 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
