CUT HAIBAH, 3042020003 (2024) BATASAN AURAT ANAK ANGKAT DI HADAPAN ORANG TUA ANGKAT PERSPEKTIF HADIS (ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT DESA BABO, ACEH TAMIANG). Skripsi thesis, IAIN Langsa.
|
Text
REVISI SKRIPSI CUT HAIBAH-1 (1).pdf Download (1MB) |
Abstract
Batasan aurat anak angkat (perempuan) dihadapan orang tua angkat menurut Hadis Nabi SAW adalah wajah dan kedua telapak tangan. Namun kenyataan yang ada di masyarakat bahwa anak angkat sudah seperti layaknya anak kandung,dan masyarakat beranggapan bahwa anak tersebut sudah diangkat sejak masih bayi serta sebagian masyarakat ada yang memberi binti kepada anak angkatnya. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan Al- Qur’an dan Hadis Nabi SAW. Akan tetapi pengangkatan anak sudah ada dari dulu hingga sekarang. Tujuan penulis dari penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa baik wanita dan laki-laki wajib menjaga diri jangan sampai memperlihatkan auratnya kepada siapapun yang tidak diizinkan untuk diperlihatkan. Dalam melakukan penelitian penulis meggunakan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode penulisan deskriftif analitik kualitatif. Teknik pengumpualan data yang digunakan adalah teknik wawancara. Beberapa hal yang hendak penulis capai dalam penelitian ini adalah mengetahui persepsi masyarakat tentang batasan aurat anak angkat dihadapan orang tua angkat menurut hadis Nabi SAW yaitu batasan aurat ialah wajah dan kedua telapak tangan, tidak dibenarkan memberi binti kepada anak angkat di akte kelahiran dan didokumen lainnya, dan kualitas hadis tentang batasan aurat yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari segi sanad adalah shahih dan HR. Abu Daud status sanad hadis bersifat Munqaṭi’. Sedangkan dari segi matan dan surat an-Nur ayat 31 tidak ada pertentangan tentang aurat perempuan, kandungan arti semakna yaitu boleh menampakan aurat dengan syarat yang biasa terlihat. Serta Hadis tentang anak angkat berstatus hadis Shahih. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa alasan masyarakat mengangkat anak angkat karena untuk meneruskan keturunan mana kala didalam suatu pernikahan tidak memperoleh keturunan ini merupakan jalan keluar dan alternatif yang positif dan manusiawi terhadap naluri kehadiran seorang anak dalam pelukan keluarga setelah bertahun-tahun belum dikaruniai seorang anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I :Dr. H. Zulkarnain, M.A Pembimbing II:Nurul Husna, Lc, M. TH |
| Uncontrolled Keywords: | Batasan Aurat, Hadis Anak Angkat, Persepsi Masyarakat |
| Subjects: | Hukum Islam > Alquran dan Hadis > Ilmu Hadis |
| Divisions: | Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Ilmu Hadist |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 09:02 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 09:02 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5246 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
