Forinayanti, 5032022048 (2024) KONSEP MERDEKA BELAJAR PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Masters thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.
|
Text
TESIS FORINA.pdf Download (4MB) |
Abstract
Merdeka Belajar merupakan sebuah gebrakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan sebuah kebebasan pada pendidik dan peserta didik untuk menjalakan proses belajar mengajar. Hal ini tidak terlepas dari tujuan Merdeka Belajar itu sendiri yang mencoba menciptakan iklim pendidikan yang lebih fleksibel sebagai upaya meningkatkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Sementara dalam sudut pandang Ki Hajar Dewantara, beliau memandang pendidikan sebagai sebuah tuntunan yang menuntun anak didik menemukan potensi terbaiknya. Merdeka Belajar disini sedikit banyak adalah manifestasi rancangan pendidikan yang di gagas oleh Ki Hajar Dewantara. Karena dalam Merdeka Belajar memuat nilai-nilai pendIdikan yang humanis serta mengedepankan peserta didik sebagai subjek utama dalam pendidikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya rumusan pembelajaran Ki Hajar Dewantara yang sesuai dengan konteks Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali konsep pembelajaran Ki Hajar Dewantara dan mengungkapkan relevansinya dengan pendidikan Agama Islam.Objek material penelitian ini adalah mempelajari hasil berpikir Ki Hajar Dewantara. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui konsep merdeka belajar perspektif Ki Hajar Dewantara dan Relavansinya terhadap pendidikan Agama Islam, Jenis penelitian yang digunakan adalah studi Kepustakaan (Library Research)pada tataran analitik dan bersifat perspektif yang mengkaji dan analisis data bersumber pustaka yang bersifat primer dan skunder terhadap permasalahn yang diteliti. Hasil penelitian menemukan bahwa pembelajaran yang dilakukan Ki Hajar Dewantara merupakan pembelajaran yang membebaskan peserta didik. Membebaskan artinya peserta didik dikembangkan sesuai dengan bakat dan minatnya berdasarkan potensi yang ada yaitu gagasan, perasaan, dan karsa. Perkembangan tersebut diharapkan dapat mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang dapat menguasai diri, mandiri, tanpa harus bergantung pada orang lain. Peran pendidik adalah membimbing, mengarahkan, dan memotivasi peserta didik dengan dasar kasih sayang. Peserta didik merupakan pusat kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya juga dilandasi oleh rasa kasih sayang. Ditemukan juga bahwa konsep merdeka Belajar dalam pandangan Ki Hajar Dewantara relevan dengan pendidikan Agama Islam. Hal ini terlihat dari konsep kajian yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara tidak bertentangan dengan pendidikan Agama Islam. Hanya saja istilah yang ia gunakan mempunyai arti yang berbeda namun memiliki tujuan yang serupa.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I : Dr. Basri, MA Pembimbing II: Dr. Miswari,S.Pd.M.Ud |
| Uncontrolled Keywords: | Merdeka Belajar, Ki Hajar Dewantara, Pendidikan Agama Islam. |
| Subjects: | Pendidikan > Kurikulum Pendidikan |
| Divisions: | Pasca. Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:28 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:28 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
