“MENGEMIS DALAM PANDANGAN WAHBAH AL-ZUHAILI>” (Studi Tafsir al-Muni>r Fi al-‘Aqidah Wa al-Syari>’ah Wa al-Manhaj)”

RIAL JIL JANNAH, 3032018004 (2023) “MENGEMIS DALAM PANDANGAN WAHBAH AL-ZUHAILI>” (Studi Tafsir al-Muni>r Fi al-‘Aqidah Wa al-Syari>’ah Wa al-Manhaj)”. Skripsi thesis, IAIN Langsa.

[img] Text
skripsi RIAL JIL JANNAH S.Ag.pdf

Download (697kB)

Abstract

Zaman semakin hari semakin berkembang era abad 20 ini sangat rentan dalam keadaan ekonomi, berbagai macam konsepsualisasi kehidupannya, dalam perkembangan zaman salah satu permasalahan yang sangat rentan terjadi ialah terhadap kehidupan seseorang yang lemah perekonomiannya, menyebabkan banyak orang yang didapatkan suka meminta-minta, pada akhirnya merasa keenakan dalam kegiatan tersebut. Dalam skripsi ini mengungkapkan kata peminta-minta dengan kata mengemis berdasarkan qs. Al-baqarah 2: 273. yang menjelaskan dari beberapa penjelasan mengenai kriteria mengemis berdasarkan penafsiran Wahbah al-Zuhaili, dan beberapa tinjauan yang berdasarkan daripada latar belakang yang berdasarkan tinjauan wahbah al-Zuhaili. Penelitian ini merupakan tinjauan aspek studi tokoh yang merumuskan masalah terhadap fenomena pengemis era zaman sekarang. Demikian penafsiran yang dilakukan dengan proses peninjauan penelitian dibentuk dalam ruang analisis seseorang tokoh yang bernama Wahbah al-Zuhaili, tinjauan studi Tafsir al- Muni>r fi al-Aqidah Wa al-Syari>’ah Waal-Manhaj. Dalam penelitian ini menggunakan proses tinjauan pemahaman seseorang tokoh hermeuneutik dalam penelitian ini menggunakan Teori Gadamer berdasarkan penafsiran Wahbah al- Zuhaili. Dalam penelitian ini memakai tinjauan penelitian pustaka (library research). Pengungkapan penelitian berdasarkan bacaan-bacaan yang didapatkan daripada Hasil penelitian ini dijelaskan berdasarkan penafsiran Wahbah al-Zuhaili dalam Qs. al-Baqarah 2 : 273 ialah : beberapa kriteria para peminta-minta yang sering disebut pada zaman sekarang ialah pengemis atau gelandangan. Menurutr wahbah al-Zuhaili pengemis yang meminta-minta memiliki beberapa kriteria, yang lebih khusus ditinjau kepada sipeminta-minta ialah kata ilhaf (mendesak), dan iffah (menjaga kehormatan). Kedua hal ini merujuk kepada tinjauan al-Qur’an dan hadis, ketidakbolehan dalam meminta-minta, menurut hukum islam haram hukum meminta-minta apalagi dengan cara mendesak. Wahbah al-Zuhaili mengizinkan memberi hak kepada pminta dengan syarat tidak lebih dari tiga kali. Dalam penelitian tersebut menjelaskan berdasarkan referensi dari beberapa tafsir yang memiliki pendapat yang sesuai dengan Wahbah al-Zuhaili serta beberapa tinjauan yang berdasarkan fenomena yang terjadi dimasa sekarang ini , terdapat beberapa contoh para pengemis diwilayah mufassir dilahirkan dan menuntut ilmu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Marhaban. MA Pembimbing II: Lenni Lestari, M. Hum
Uncontrolled Keywords: Wahbah al-Zuhaili, Mengemis.
Subjects: Hukum Islam > Aqidah Islam
Divisions: Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Ilmu Al-Qur'an & Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 20 Aug 2026 04:09
Last Modified: 20 Aug 2026 04:09
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5053

Actions (login required)

View Item View Item