Ahli Waris Pengganti dalam Perspektif Ushul Fiqh (Studi Kritik Pemikiran Hazairin)

Khairun Nisa., 5022023002 (2025) Ahli Waris Pengganti dalam Perspektif Ushul Fiqh (Studi Kritik Pemikiran Hazairin). Masters thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.

[img] Text
TESIS CETAK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas masalah "Ahli Waris Pengganti" dalam perspektif ushul fiqih, dengan mengkaji pendapat para ulama terkait keabsahan ayat 33 Surah An Nisa’ dan pengaruhnya terhadap legitimasi jenis pewarisan ini. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya isu tersebut serta munculnya pertanyaan di kalangan sebagian orang tentang relevansi sistem pewarisan Islam di era modern, serta apakah sistem tersebut masih dapat menjamin keadilan dan kesetaraan di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis argumen Hazairin mengenai legitimasi waris pengganti, dan mendiskusikan sejauh mana argumen-argumen tersebut sejalan dengan teks-teks syariat dan kaidah ushul fiqih. Pentingnya penelitian ini terletak pada upayanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perdebatan fiqih terkait konsep waris pengganti, serta menilai sejauh mana konsep ini sesuai atau bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dan konsesus ulama. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif yang berfokus pada analisis teks-teks syariah, seperti ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis nabi, serta pendapat para ulama, di samping peraturan yang berlaku di Indonesia seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI). Penulis juga menggunakan pendekatan sejarah pemikiran untuk menganalisis pendapat Hazairin dan membandingkannya dengan pendapat ulama ulama sebelumnya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research) yang menggunakan buku Hazairin berjudul "Kewarisan Bilateral Menurut Al Qur'an dan Hadith" sebagai sumber data utama. Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi (Documentation Technique) dan dianalisis menggunakan metode analisis teks (Text Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ahli waris pengganti tidak sejalan dengan kaidah-kaidah ushul fiqh, karena melanggar syarat dasar waris, yaitu bahwa ahli waris harus hidup saat pewaris meninggal. Konsep ini juga bertentangan dengan tiga syarat maslahah mursalah, di mana manfaat yang dihasilkan bersifat ilusi, tidak umum untuk semua ahli waris, dan bertentangan dengan ijma' ulama. Penafsiran Hazairin terhadap Surah An-Nisa ayat 33 dianggap sebagai tafsir birra’yi, padahal hadis Nabi telah menafsirkan ayat tersebut dengan menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan "mawali" adalah 'ashabah, yang merupakan tafsir bi al-ma'tsur dan harus diutamakan. Oleh karena itu, dalil-dalil Hazairin tidak sah menurut perspektif ushul fiqh.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Zulfikar, MA Pembimbing II: Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, Lc, MA
Uncontrolled Keywords: Ahli waris pengganti, Hazairin, Ushul Fiqih, Hukum Kewarisan Islam.
Subjects: Hukum Islam > Faraid > Ahli Waris
Divisions: Pasca. Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 12 Aug 2026 04:03
Last Modified: 12 Aug 2026 04:03
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/5031

Actions (login required)

View Item View Item