PERNIKAHAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALISIS PEMIKIRAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH

Siti Sukhaira, 3032022036 (2026) PERNIKAHAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI ANALISIS PEMIKIRAN QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH. Skripsi thesis, PERPUSTAKAAN IAIN LANGSA.

[img] Text
Skripsi Siti Sukhaira (1).pdf

Download (920kB)

Abstract

Pernikahan beda agama merupakan isu yang terus menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Perbedaan pandangan para ulama mengenai keabsahan pernikahan antara Muslim dan non-Muslim, serta kompleksitas konteks sosial yang majemuk, menjadikan persoalan ini relevan untuk dikaji secara mendalam. Perbedaan interpretasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an turut memengaruhi dinamika hukum dan praktik pernikahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Quraish Shihab tentang pernikahan beda agama melalui penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Qur’an serta mengkaji implikasinya terhadap praktik hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber utama penelitian meliputi Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah [2]:221, QS. Al-Mā’idah [5]:5, dan QS. Al Mumtahanah [60]:10, serta karya Tafsir Al-Misbah. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer yang menekankan pentingnya konteks historis, prasangka awal penafsir, serta aktualisasi makna dalam memahami teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab mengemukakan penafsiran yang moderat dan kontekstual dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat serta tujuan syariat. Ia menyatakan bahwa pernikahan laki-laki Muslim dengan perempuan Ahlul Kitab dibolehkan sebagaimana dipahami dari QS. Al-Mā’idah [5]:5, namun pelaksanaannya perlu mempertimbangkan aspek keimanan, keharmonisan rumah tangga, serta pendidikan agama dalam keluarga dengan syarat wanita tersebut memiliki akhlak yang baik dan menjaga kehormatannya. Adapun pernikahan perempuan Muslimah dengan laki-laki non-Muslim dinyatakan tidak sah. Pandangan ini berimplikasi pada penguatan ketentuan hukum keluarga Islam di Indonesia, termasuk Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta memberikan dampak sosial dan hukum terhadap wacana pernikahan beda agama dalam masyarakat kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Drs. Nawawi MArhaban, MA Pembimbing II: Suparmany, M.A
Uncontrolled Keywords: Pernikahan beda agama, Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Hermeneutika Gadamer
Subjects: Hukum Islam > Munakahat
Hukum Islam > Alquran dan Hadis > Tafsir Alquran
Divisions: Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Ilmu Al-Qur'an & Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:55
Last Modified: 05 Aug 2026 02:55
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4953

Actions (login required)

View Item View Item