MAHRANI, 3022019073 (2023) BIMBINGAN ISLAMI DALAM MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK. Skripsi thesis, IAIN Langsa.
|
Text
SKRIPSI MAHARANI NIM 3022019073.pdf Download (827kB) |
Abstract
Kehadiran seorang anak dalam sebuah pernikahan merupakan salah satu motivasi seseorang untuk menikah. Konflik rumah tangga pada pasangan yang belum memiliki anak merupakan keadaan dimana suami dan istri sedang mengalami masalah dalam perkawinannya yang mengakibatkan perilaku mereka yang cenderung kurang harmonis. Dalam kehidupan pasangan suami istri yang yang belum memiliki anak di Desa Laepinang, Kec. Singkohor, Kab. Aceh Singkil, masalah ini sangat mengganggu dalam kehidupannya. Karena banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, seperti dari keluarganya, lingkungannya maupun dari pasangan suami istri itu sendiri, maka dari itu peneliti ingin mengetahui lebih jauh masalah pasangan suami istri yang belum memiliki anak ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bimbingan islami dalam mengatasi konflik rumah tangga pada pasangan yang belum memiliki anak dan bagaimana bimbingan islami pada pasangan yang belum memiliki anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan langsung (field research). Subjek penelitian adalah tiga pasangan suami istri di Desa Laepinang, Kec. Singkohor, Kab. Aceh Singki yang belum memiliki anak dengan usia pernikahan sudah mencapai 3-7 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah jenis purposive sampling. Kemudian teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan Teknik analisis data melalui reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Selanjutnya hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran dinamika konflik rumah tangga pada pasangan yang belum memiliki anak di Desa Laepinang, Kec. Singkohor, Kab. Aceh Singkil mencakup partner violence yaitu kekerasan fisik yang didapatkan oleh istri, verbal aggression yaitu kekerasan berbentuk kata-kata kasar yang saling diucapkan oleh pasangan, unbending stance yaitu saling mempertahankan pendapat atas serangan umpatan dari pasangan, dan withdraw from partner yaitu sikap menghindari bertemu dari pasangan. Kemudian bimbingan islami pada pasangan yang belum memiliki anak dibimbing oleh petugas KUA dengan pendekatan agama yaitu: (1) Terus berdoa dan rutin melakukan shalat malam. (2) Kesadaran, dengan menyadari tentang ketetapan Allah dalam hal langkah, rezeki, pertemuan, maut. (3) Pemahaman, akan kelemahan dan kekurangan diri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing I :Risky Ananda Pohan, M.Pd. Pembimbing II:Wan Chalidaziah,M.Pd. |
| Uncontrolled Keywords: | Bimbingan Islami, Konflik, Pasangan, Anak. |
| Subjects: | Islam Umum > Bimbingan Islami |
| Divisions: | Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 02:48 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 02:48 |
| URI: | http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4933 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
