KONSEP KEHIDUPAN AKHIRAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA (STUDI TAFSIR TEMATIK)

MULIANA, 3032015012 (2022) KONSEP KEHIDUPAN AKHIRAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA (STUDI TAFSIR TEMATIK). Skripsi thesis, IAIN Langsa.

[img] Text
SKRIPSI MULIANA.pdf

Download (796kB)

Abstract

Kehidupan akhirat pada hakikatnya merupakan tempat kita menuai basil selama kita hidup di dunia. Persoalan ini menyangkut akidab dan keimanan seseorang, apakah dia semasa hidupnya menjadi orang yang merugi atau orang yang beruntung. Semua tergantung amal salehnya. Dengan begitu memahami hakikat kehidupan akhirat a.kan membuka mata kita terhadap tabir yang belum tersingkap yang mengandung banyak hikmah. Penggalian konsep kehidupan akhirat dilakukan dengan merujuk kitab tafsir, salah satunya yaitu Tafsir Al- Azhar yang bercorak adabi ijtima 'i. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagairnana penafsiran QS. al-Hadid ayat 20 dan Hud ayat 103-109 menurut Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka dan bagaimana penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar terhadap konsep kehidupan akhirat dalam QS. al- Hadid ayat 20 dan surat Hud ayat 103-109. Dalam penelitian ini, peneliti rnenggunakan jenis penelitian library research (studi kepustakaan), metode maudhu 'i (tematik) yang bersifat menganilisis ayat-ayat Alquran yang telah dikumpulkan yang memiliki tema serupauntuk kemudian dielaborasi dengan rujukan tafsir yang memadai untuk mendapatkan jawaban yang komprehensif. Hasil penelitian menunjuk.kan bahwa konsep kehidupan akhirat dalarn Alquran berdasarkan Tafsir Al-Azhar melipiti sebagai berikut: 1) Manusia dalam hidup ini sebenarnya hanyalah berbangga-bangga dengan permainan dan senda-gurau, berhias, berbangga- bangga dalam ha! kedudukan dan pangkat, banyak.nya anak serta harta benda. Hal ini diibaratkan seperti petani yang mengharapkan panen berhasil dengan air hujan yang turun Lalu menghijaukan tanamannya, namun karena kekeringan ta.namannya pun mati, atau banjir yang meneggelamkan tanamannya. Lalu dibagian akhir ayat, bagi siapa yang lupa dan lalai akan keseimbangan amal dunia dan akhirat, maka diakhirat kelak ia akan menerima balasan atas setiap perbuatannya di dunia, apakah ia menempuh jalan yang benar sehingga memperoleb ampunan dan rida Allah atau memilih jalan yang salah sehingga ia mendapat murka-Nya. 2) Terdapat beberapa garis besar makna sebagai berikut, a) dari setiap fenomena dalam kehidupan ini terdapat 'ibran yang dapat dipetik yang mana itu sebagai gambaran kehidtipan akhirat kelak di sana terdapat siksaan dan azab. Di sana semua makhluk baik manusia, j in, malaikat, bahkan Iblis dan binatang dikumpulkan dalam satu tempat dan mereka seinua disaksikan. b) tidak ada penundaan sama sekali perihal hari akhirat, yang ada waktu itu semakin mendekat sebagaimana hakikat umur yang sebenarnya bukan bertambah melainkan semakin berkurang. c) ketika semua makhluk dikumpulkan selanjutnya Allah membuka persidangan alam semesta yang mana itu adalah sebuah persidangan agung. Tidak ada seorang pun berani buka suara kecuali atas izin Allah. Setelah itu dibacakan hasil persidangan tersebut, maka sebagian di antara mereka meraih kesengsaraan dan yang lain mendapat bahagiaan. Hamka menganalogikan ini seperti pelajar a.tau mahasiswa yang berdebar melihat hasil ujian kelulusannya dan berefek pada tahap selanjutnya dalarn hidupnya. d) lalu mereka yang sengsara akan ditempatkan dalam neraka, di sana rnereka teriak merintih kesakitan tiada tara atas hukuman yang adil dan semestinya mereka terima atas perbuatannya di dunia. e) mereka di neraka kekal selama langit dan bumi itu ada, namun Allah ganti dari kehidupan sebelumnya. Dengan kehendak-Nya ada mereka yang dikurangi, dilepaskan, atau ditambah rnasa hukumannya, dengan sifat Yang Maha Pelaksana maka hal itu mudah bagi Allah untuk mewujudkannya. t) sedangkan mereka yang berbahagia ditempatkan dalam surga, di sana mereka kekal di dalamnya, selama langit dan bumi ada dan kecuali Allah berkehendak lain, entah Allah menaikkan ke tingkat yang lebih tinggi atau kembali mernasukkannya ke neraka, semua itu karena kehendak Allah. Segala nikmat itu diberikan tiada hentinya sampai kapanpun. g) menurut jumhur uJama, langit dan bumi di akhirat berbeda dengan yang ada di dunia. Sedangkan proses menciptaannya itu diluar kuasa sebab merupakan urusan gaib. Dan h) Nabi Muhammad diperintahkan untuk tidak ragu menghadapi kaumnya yang menyembah berhala, mereka melakukannya karena mengikuti kelakuan moyangnya sehingga penyimpangan iu tu sudah terjadi sejak wafatnya Nabi Ibrahim dan Ismail As. Atas perbuatan mereka maka balasan yang setimpal akan mereka terima sebagaimana mestinya. Berdasarkan analisis tematik ayat-ayat di atas dalam Tafsir Al-Azhar ditemukan jawaban terhadap konsep kehidupan akhirat, yakni bahwasanya keh.idupan di dunia tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Manusia bermegah-rnegahan atas anak, harta dan perhiasan lalu sernua itu lenyap serta banyak dari mereka yang lalai akan kehidupan akhirat. Lalu kehidupan yang sebenarnya barulah terjadi setelah kematian yaitu kehidupan akhirat. Akhirat adaJah kehidupan yang hakiki, di sanalah tempat manusia menerima balasan perbuatannya setelah diadili sebelumnya seadil-adilnya. Kritikan terhadap tafsir Hamka hampir sama seperti kritik pada Tafsir rnetode tahlili lainnya, yakni berupa penyajian tafsir yang panjang dan terkadang bertele- tele. Lalu jika dikomparasikan dengan tafsir semisal Tafsir Tematik Departemen Agama terlihat beberapa indikasi kesamaan dalam muatan makna ayat, narnum Hamka mengambil dua poin penting dalam penafsiran ayat tersebut yaitu tentang makna 'selama masih ada langit dan bumi' dan 'kecuali jika Tuhanrnu menghendaki (yang lain)'.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I :Saifuddin Pembimbing II:M. Reza Fadil, M.Ag
Uncontrolled Keywords: TAFSIR AL-AZHAR, KARYA BUYA HAMKA
Subjects: Hukum Islam > Alquran dan Hadis > Tafsir Alquran
Divisions: Fak. Ushuluddin, Adab & Dakwah > Ilmu Al-Qur'an & Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email pustaka@iainlangsa.ac.id
Date Deposited: 20 Jul 2026 04:08
Last Modified: 20 Jul 2026 04:08
URI: http://digilib.iainlangsa.ac.id/id/eprint/4832

Actions (login required)

View Item View Item